Minggu ke-43, Oktober 2017

Saya harus memaksakan diri untuk melakukan hal yang positif dan berguna setiap hari!
Apa itu?

1) Berdoa
Berdoa itu tidak harus di lokasi tertentu, posisi tertentu atau aturan apapun yang harus dipenuhi untuk berdoa!
Berdoa adalah bercakap-cakap dengan TUHAN. Berarti hati, pikiran, mata terkonsentrasi kepada TUHAN.

2) Baca buku
Pertama baca buku panduan hidup saya, Alkitab! Agar hidup saya tetap di jalur yang benar.
Kedua baca buku motivasi, agar saya selalu termotivasi.
Ketiga baca buku cerita, entah itu cerita nyata atau khayalan. Maksudnya agar saya tetap melatih imajinasi saya.
Keempat baca buku komik alias buku bergambar, usahakan berwarna-warni. Mengapa? Supaya sel-sel otak saya tetap aktif, bergairah, dan yang penting diri saya bisa tertawa dengan membaca komik itu. Sehat kan?!

3) Melakukan olah tubuh
Kegiatan ini sangat menantang saya. Mengapa demikian? Karena jujur saya itu bukan tipe orang olahragawan. Tapi tantangan ini menghasilkan komitmen bagi saya untuk berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

4) Berpikir, bersikap, berkata & berbuat positif
Wah, ini dia yang harus dilatih terus agar menjadi kebiasaan. Tidak gampang! Manakala kekuatiran datang, kemarahan mencekam, keputusasaan melanda… itu adalah saat berlatih!

Puteri remaja saya kesakitan saat mengunyah makanan karena sedang menderita sariawan. Setelah selesai mendengar keluhannya, saya berkata, “Bersyukurlah pada TUHAN untuk rasa sakit itu, sariawan itu.”
Kedua puteri saya langsung protes, “Mengapa bersyukur untuk sakit itu? Kan bersyukur itu untuk sesuatu yang menyenangkan.”
“Bersyukurlah dalam segala hal, begitu kata TUHAN DI Alkitab. Dalam segala hal berarti dalam kesenangan, kesakitan, kesusahan, kesedihan, kebanggaan, dll. Sariawan itu menyebabkan kalian memahami fungsi mulut kalian. Sariawan itu juga mengajarkan kalian untuk mengunyah pelan-pelan, membantu kerja lambung kalian. Kalian jadi lebih sehat!” saya memanfaatkan situasi itu untuk mengajar mereka bersyukur, menerima segala keadaan dengan sukacita.

5) Evaluasi diri
Apa yang telah dipelajari hari ini?
Apa yang harus diulang kembali esok hari?
Apa yang tidak noleh diulang lagi esok hari?
Apa yang harus saya tingkatkan dalam diri saya agar menjadi lebih baik pada esok hari?

Kolose 3:17
Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

❤️🖤❤️🖤❤️🖤❤️ – with I Dewa, Kelly, I, and Kenishia

View on Path

Advertisements

Minggu ke-42, Oktober 2017

Sepulang sekolah anak-anak adalah saat saya harus siap sedia. Bersiap dengarkan berbagai cerita anak-anak tentang hari mereka di sekolah, entah itu keluhan, kegembiraan ataupun sekedar wajah cemberut.

“Ma, saya dijulukin ‘fat’ sama teman saya si A. Juga si B. Kesal sekali ma,” celoteh puteri kecil saya setibanya di rumah.
“Lalu, apa yang nak jawab untuk mereka?” tanya saya dengan hati-hati. Sambil menghempaskan badannya di sofa, ia menjawab, “Saya bilang begini : Awas ya, siapa bilag ‘fat’ akan menjadi ‘fat’, bahkan lebih ‘fat’ dari saya!… tahu nggak ma, mereka langsung berhenti dan menjawab, “Ya deh, enggak lagi ngomong ‘fat’ lagi!”
“Nah kan nak sudah berhasil meghentikan mereka,” kata saya berusaha menghiburnya. “Iya sih, cuma masih kesal juga, ma!” sahutnya dengan muka cemberut.

“Kadang-kadang setiap gangguan atau ‘bullying’ sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan diri kita. Mama lihat nak semakin percaya diri, menerima dirimu apa adanya. Sekalipun mengesalkan, gangguan yang mereka lontarkan menunjukkan mereka memperhatikanmu. Ingin bersahabat denganmu, tapi dengan cara yang tidak biasa. Setiap orang tidak harus sama kan?!” ujar saya untuk meredakan kekesalannya. Tampaknya saya berhasil, senyumnya mengembang!

Amsal 25:21-22
(21) Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air. (22) Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu.

❤️🖤❤️🖤❤️🖤❤️ – with I Dewa, Kelly, I, and Kenishia

View on Path