Minggu ke-39, September 2017

Gunung Agung bakal meletus!
Siaga!
Awas!

Itulah yang menjadi topik hangat di koran, berita televisi, bahkan perbincangan di meja makan kami. Apalagi karyawan kami berasal dari Karangasem.
Setiap saat kami sangat ingin mendengar berita tentang keadaan di Karangasem.
Kapan mereka mengungsi, bagaimana cara mengungsi dan ke mana mau mengungsi.

Pada umumnya masyarakat enggan mengungsi karena masih memiliki ternak yang harus diberi makan. Ternak diajak mengungsi? Wah repotnya, sapi-sapi, ayam-ayam, babi-babi, dsb.
Saat seperti inilah ada orang-orang yang memanfaatkan keadaan dengan menghimpit peternak yang sudah terhimpit oleh bencana alam ini. Mereka dengan seenaknya memberi harga beli atas ternak-ternak masyarakat Karangasem. Peternak menangis, tapi apa daya?
Itulah yang terjadi.

Belum lagi masalah di pengungsian yang tidak seindah harapan pengungsi. Tenda yang tidak mencukupi, makanan-minuman yang tidak ada, bahkan sarana untuk bak-bab dan mandi yang sangat kurang. Pengungsi menangis, tapi apa daya?
Itulah yang terjadi.

Ya TUHAN, semua Engkau ijinkan terjadi untuk suatu maksud kebaikan bagi kami semua. Tidak ada rencana buruk dalam rencana-Mu bagi kami. Dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
Tolonglah kami untuk mengerti dan menerimanya dengan lapang dada dan bersyukur kepada-Mu. Agar kami bisa menerima berkat-Mu :
πŸ™ kekuatan bagi yang lemah
πŸ™ kesembuhan bagi yang sakit
πŸ™ ketabahan bagi yang menderita
πŸ™ kecukupan bagi yang berkekurangan
πŸ™ sukacita bagi yang bersedih
πŸ™ kerelaan bagi yang memberi
πŸ™ ketulusan bagi yang menerima

Semua untuk terjadinya keseimbangan di antara kami. Dalam nama Yesus Kristus, amin.

2 Korintus 8:12-15
(12) Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. (13) Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. (14) Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. (15) Seperti ada tertulis: “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.”

β€οΈπŸ–€β€οΈπŸ–€β€οΈπŸ–€β€οΈ – with I Dewa, Kelly, I, and Kenishia

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s