Minggu ke-32, Agustus 2017

Liburan telah usai.
Hari-hari sekolah telah dimulai.

Kami sekeluarga juga telah menyelesaikan liburan panjang. Sungguh menyenangkan bisa berlibur bersama keluarga. Suami dan anak-anak semua.
Saya bersyukur kepada TUHAN karena masih bisa melakukan liburan berlima. Sekalipun harus mepet-mepetan waktunya sebab waktu mulai libur putera sulung sangat berbeda dengan adik-adiknya. Maklum anak mahasiswa.

Pada akhirnya, seindah apapun negeri orang, tetap lebih indah negeri sendiri. Senyaman apapun hotel berbintang lima, tetap lebih nyaman di rumah sendiri.

Tapi liburan itu mengajarkan pada kami sekeluarga untuk selalu bersyukur kepada TUHAN atas :
– kesehatan
– kesejahteraan
– kebersamaan sebagai keluarga
– kuasa menikmati ciptaan TUHAN, khususnya alam semesta & kecanggihan teknologi
– kesempatan yang luar biasa mengevaluasi diri, belajar bersabar, berbicara lemah-lembut, bekerja sama, saling memberi kasih & perhatian, dan belajar kepemimpinan. Juga belajar menerima segala kekurangan orang lain.

Akhirnya saya menyadari bahwa liburan itu sendiri tidak harus mahal atau murah, tapi yang terpenting adalah makna liburan itu sendiri bagi para pelakunya.

Berlibur adalah wajib.
Berlibur itu kebutuhan.
Berlibur harus direncanakan.
Berlibur itu harusnya menyenangkan!

Mazmur 106:1
Haleluya!
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

❤️🖤❤️🖤❤️🖤❤️ – with I Dewa Gede, Kelly, I, and Kenishia

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s