Minggu ke-25, Juni 2017

Minggu ini kami ditinggalkan untuk selamanya oleh paman dan bibi kami. Sedih.
Semua kenangan terukir indah dalam ingatan kami.
Dan kami juga mendapat banyak pelajaran hidup dari kehidupan mereka yang telah pergi itu.

Saat malam duka itu saya bertemu dengan para bibi dan paman lainnya. Mereka sangat bersemangat mengobrol dengan saya. Obrolan dari hal umum sampai khusus.
Umum mengenai kabar mereka, pekerjaan dan kegiatan harian mereka.
Khusus mengenai kesehatan mereka.
Nah yang khusus ini menjadi obrolan yang menantang. Karena saya harus merobohkan tembok-tembok keyakinan mereka tentang kesehatan terlebih dahulu sebelum memasukkan pengertian yang baru dan benar. Misalnya : memakan buah setelah makan nasi-sayur-lauk pauk.
Saya berusaha memberi ilustrasi analogi yang dapat dimengerti oleh mereka. Tidak mudah, namun bisa.

Pada akhirnya saya menyadari sepenuhnya bahwa kehidupan ini adalah proses belajar yang tiada hentinya. Jika kita berhenti belajar, maka kita sama saja dengan orang mati yang hidup tanpa tujuan.

Mazmur 119:73
Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.

❤️🖤❤️🖤❤️🖤❤️ – with I Dewa Gede, Kelly, I, and Kenishia

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s