Minggu ke-23, Juni 2017

Puteri remaja saya menginjak usia tujuhbelas tahun pada awal bulan Juni ini. Serasa waktu itu sangat cepat berlalu. Baru saja ia masih saya timang, sekarang sudah menjadi pemudi.
Perasaan saya penuh syukur kepada TUHAN untuk usianya, kesehatannya bahkan semua yang ada dalam dirinya.
Saya harus jujur mengatakan bahwa selain itu saya juga sedih sekali. Mengapa? Karena sebentar lagi pemudi saya akan lebih sering pergi meninggalkan saya di rumah, demi cita-citanya.
Padahal saya masih ingin mendengar denting-denting suara tuts piano mengalun di rumah kami karena jari-jemarinya.
Padahal saya juga masih ingin dibangunkan malam-malam karena petikan senar gitar atau ukulelenya.
Dan saya masih mau sekali mendengar suaranya yang merdu menyanyikan lagu-lagu kesukaannya atau ciptaannya sendiri.

Saya juga tidak keberatan membersihkan meja belajarnya dan seluruh kamarnya yang penuh dengan kertas yang telah digambarnya.

Yah, itu semua keinginan itu tersimpan rapat dalam hati saya. (Kecuali pemudi saya membaca renungan saya ini hehehe). Karena saya menyadari saya harus mendorong langkahnya maju meraih impiannya. Semua yang terbaik!

Filipi 4:6-7
(6) Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
(7) Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

❤️🖤❤️🖤❤️🖤❤️ – with I Dewa Gede, Kelly, I, and Kenishia

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s