Minggu ke-16, April 2017

Setiap hari Paskah, yaitu kebangkitan Tuhan Yesus, saya selalu diingatkan dengan kata ‘bangkit’.
Kata itu yang selalu membantu saya dalam menghadapi setiap masalah hidup.
Saya harus bangkit!

Kuasa yang membangkitkan Tuhan Yesus itu juga berada dalam diri saya. Agar saya dapat bangkit, setiap kali saya jatuh. Jatuh bukanlah akhir segalanya, tapi laksana kerikil yang harus saya lalui. Kerikil yang akan selalu berada di belakang saya. Bahkan kalaupun saya kumpulkan kerikil itu maka saya akan mendapat tumpukan kerikil laksana gunung. Gunung itupun dapat dipindahkan jika saya memiliki iman. Iman sekecil apapun asalkan saya tidak bimbang dan percaya dengan perkataan saya sendiri akan membuat itu terjadi.

Perkataan apa?
Perkataan apapun yang saya ucapkan dengan keyakinan bahwa itu pasti terjadi, maka itu pasti terjadi. Wow… saya harus mewaspadai ucapan saya.
Perkataan kematian atau perkataan kebangkitan?
Saya harus memilihnya dengan benar.

Akhirnya saya mengerti bahwa kebangkitan itu diawali oleh perkataan diri sendiri yang dengan yakin diucapkan.

Markus 11:23
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

❤♥❤♥❤♥❤ – with I Dewa Gede, Kelly, I, and Kenishia

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s