Minggu ke-15, April 2017

“Nak, hari ini engkau bersyukur untuk apa?” tanya saya kepada puteri kecil kami sesaat sebelum ibadah tutup hari. “Segala yang terjadi hari ini, ma!” jawabnya dengan cepat. “Oh tidak boleh begitu, harus disebutkan ya nak,” sahut saya lagi.

“Saya bersyukur untuk pernikahan papa-mama, jika tidak ada papa-mama, saya tidak ada hari ini!” katanya dengan mantap.
“Ya, ya… mama juga bersyukur nak. Sekalipun papa-mama mengalami banyak hal, tapi kami berusaha bersepakat di atas perbedaan. Penderitaan dan kebahagiaan sudah kami rasakan,” jawab saya.
“Kita semua menderita, ma. Saya juga. Saya menderita karena harus mengerjakan pr (pekerjaan rumah) saya saat saya ingin bermain. Itu juga penderitaan kan?!
Hidup ini naik-turun, ma. Kadang kita senang, kadang kita sedih. Jadi itulah hidup ini!” jawaban puteri kecil saya mengagetkan saya, membuat saya tersenyum, kagum sekaligus geli. Tapi saya membenarkan jawabannya.
Ternyata mengerjakan pr juga merupakan salah satu penderitaannya hahaha…

Mazmur 90:10
Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Amsal 18:14
Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?

❤🖤❤🖤❤🖤❤ – with I Dewa Gede, Kelly, I, and Kenishia

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s