Minggu ke-08, Pebruari 2017

Selamat hari kasih sayang!

Sungguh menyenangkan menikmati kasih sayang. Merasakan keindahan kasih sayang, serta keajaiban yang selalu menyertainya.

Puteri remaja saya mengendap-ngendap memasuki kamar kami sambil memegang sesuatu di tangan kirinya. Tangan kanannya memegang senter.
Ia langsung mencium ayahnya yang sedang tidur, sembari meletakkan karangan bunga di sisi ayahnya. Setelah itu ia mendekap saya dan menaruh rangkaian bunga di tangan saya.
Lalu ia membangunkan adiknya dan memberi sebuah kado merah. Saya mengira itu coklat. Eh, saat adiknya membuka kado tersebut, ternyata sebuah buku. Dan saya kaget, itu kan buku tulis yang dibelinya di Korea dulu. Tapi saya tidak mengucapkan sepatah kata, menanti sang kakak menjelaskan kepada adiknya.

“Dik, ini buku kakak yang kakak sayangi. Dulu kakak beli di Korea, saat kita sekeluarga berlibur ke sana. Lihat, ini catatan kakak. Kakak menulis setiap kata baru dan artinya. Nah, sekarang dik harus melanjutkan catatan kakak ya, mulai dari halaman yang kakak sudah tandai. Mau kan?!” ia menjelaskan kadonya sambil memeluk adiknya.
Sang adik mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu mencium pipi kakaknya. Saya terharu melihatnya. Sebuah kasih sayang yang sungguh indah telah saya saksikan.

Keajaiban hari kasih sayang masih berlanjut, saat putera sulung saya menelepon saya, “Ma, semalam saya datang ke tempat teman yang berselisih dengan saya. Itu lho ma, yang saya ceritakan dulu. Sekalipun suasana masih canggung dan mereka tampak mengabaikan saya, tapi saya sudah mengambil tindakan perdamaian. Rasanya menyenangkan ya ma.”
Dengan gembira saya langsung menjawabnya, “Mama bangga sekali nak. Engkau sudah mendatangi tempat temanmu itu. Itu sebuah tindakan yang disenangi TUHAN. Pembawa damai! Bukan reaksi mereka yang penting, melainkan ketulusan hatimu untuk berdamai. Semua perlu proses, nak. Tapi percayalah semua akan baik-baik saja. TUHAN pasti membuat semua indah pada waktunya. Sekali lagi, mama salut sama dirimu nak!”

Saya berbahagia dapat menyaksikan anak-anak saya bertumbuh dalam mengenal kasih TUHAN dan berusaha melakukan FirmanNYA.
Bersyukur pada TUHAN bahwa didikan dan ajaran kami telah mereka terapkan dalam hidup.

Titus 2:6-8a
(6) Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal
(7) dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,
(8) sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu.

Matius 5:9
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

β€πŸ–€β€πŸ–€β€πŸ–€β€ – with I Dewa Gede, Kelly, I, and Kenishia

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s