Minggu ke-50, Desember 2016

Saya mendidik anak-anak saya untuk berbagi dengan sesama. Bukan karena bulan ini bulan Desember, bulan penuh kasih, penuh damai dan penuh berkat, atau pun hari natal. Tapi berbagi karena komitmen, bukan karena kelimpahan atau kelebihan atau kekurangan. Komitmen!
Saya tanya mereka, satu-satu, tentu saja dengan cara yang berbeda, sesuai umur mereka.

“Berapa kali engkau makan, nak?”
“Berapa kali engkau sikat gigi, nak?”
“Berapa kali engkau mandi, nak?”
“Berapa kali bayar uang sekolah, nak?”

Pertanyaan yang membuat mereka semua berpikir. Saat itulah saya pakai untuk menjelaskan kepada mereka pentingnya berbagi dengan komitmen, bukan waktu-waktu tertentu. Bukan saat hari raya, bukan saat ulang tahun, bukan… bukan…
Karena kebutuhan sesama kita hampir sama dengan kita.
Perlu makan 3 x sehari
Perlu sikat gigi setiap hari, setidaknya 2 x sehari
Perlu mandi setiap hari, pagi dan sore hari
Perlu bayar uang sekolah setiap bulan
Dan sebagainya.

Ternyata selain diomongkan, sangat perlu dan sangat penting untuk kita sebagai orangtua melakukannya terlebih dahulu, di depan mata mereka.
Saya selalu berusaha untuk menjadwalkan anak-anak saya ikut berbelanja keperluan berbagi itu. Emosi mereka teraduk-aduk, karena harus memilih, menghitung, membayar, lalu mengepak. Jika mereka hanya mendengar, mereka cepat melupakannya. Jika mereka melakukannya, maka mereka tidak akan pernah melupakannya.
Masing-masing mereka juga mendermakan sebagian uang jajannya untuk keperluan hidup seorang anak. Setiap bulan! Itu sangat luar biasa! Saya bangga!

Tapi…. hahahaha, saking tertanamnya komitmen berbagi, putera sulung saya menyumbangkan hampir semua buku ‘textbook’ kedokterannya. Ya ampun! Sungguh membuat saya kaget, marah, kesal, lalu saya sadar itu perbuatan baik, tetaplah perbuatan baik. Bersyukurlah!

Titus 2:7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu

1 Timotius 6:18-19 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi
dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️ – with I Dewa Gede, Kelly, I, and Kenishia

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s