Minggu ke-44, Oktober 2016

Ayah saya senang sekali membaca. Beliau memiliki banyak sekali buku di ruang kerjanya. Buku tentang apa saja. Buku-buku tersebut terbungkus rapi.
Sejak kecil saya melihat ayah saya menghabiskan waktunya dengan membaca, juga menulis.
Saya senang sekali berdiri di hadapan lemari buku beliau, lalu mengambil salah satu buku untuk saya baca. Jika demikian, biasanya beliau akan memanggil saya, lalu minta saya memperlihatkan kedua belah tangan saya. Beliau akan memeriksa apakah tangan saya sudah bersih dan layak memegang buku tersebut. Setelah itu beliau mengajari saya cara membuka lembaran buku. Akhirnya, beliau akan bertanya, “Mengapa nak mau membaca buku ini?”
Saya harus bisa menjawab dengan jelas, barulah beliau mengijinkan saya membacanya. “Ingat selalu, tidak ada buku yang asal dibaca. Harus mengetahui mengapa kita mau membacanya!” itu wejangan ayah saya.

Setiap bulan ayah saya akan membeli sebuah buku baru. Topiknya bisa tentang apa saja. Dan beliau akan mencari saya, “Nak, ada buku baru. Ayo kita balapan baca!”
Wow balapan baca buku adalah hal yang saya paling senangi. Saya akan mengintip beliau di ruang kerjanya. Jika beliau sibuk, maka saya akan minta ijin membacanya. Lalu beliau akan minta buku tersebut jika beliau mau membacanya. Sampai akhirnya salah satu dari kami membacanya sampai habis. Dan harus bisa menceritakan apa isi ringkas buku itu.
Seringkali saya yang menang, hahaha tapi saya pun mengerti ayah saya dengan sengaja membuat saya menang. Beliau melatih saya untuk menjadi seorang pembaca.
“Dengan buku, engkau bisa berpetualang ke mana saja yang engkau mau!” wejangan yang membuat saya bersemangat membaca.

Amsal 6:20-23
Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu.
Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu.
Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya.
Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️ – with I Dewa Gede, Kelly, Kenishia, and I Dewa Nyoman Alit Adiya

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s