Minggu ke-43, Oktober 2016

Percakapan saya (m) dan puteri kecil saya (p) sesaat setelah kami berdoa malam.
p : “Maa, boleh saya memiliki telepon genggam? Karena teman saya sudah punya.”
m :”Siapa temanmu itu nak?”
p : “Itu ma, si Winda.”
m : “Oh Winda,” (saya menyahut sambil memikirkan jawaban apa yang akan saya berikan). “Nak, setiap keluarga memiliki peraturan masing-masing, karena kebutuhannya juga berbeda. Winda telah memiliki telepon genggam karena kebutuhan kedua orangtuanya. Ayah dan ibunya tinggal di rumah yang berbeda. Jadi mereka harus dapat menghubungi Winda.”
p : “Tapi ma, kata Winda ayah-ibunya tidak bercerai, hanya pisah rumah,” puteri saya memberi komentar yang tidak saya duga.
m : “Oh ya, benar sekali. Ayah-ibunya tidak akan pernah bercerai sampai kapanpun.”
p : “Lho, mengapa ma?”
m : “Karena mereka tidak pernah meresmikan pernikahan mereka. Mereka hanya hidup bersama tanpa pernah meresmikan pernikahan mereka secara hukum.
Sekarang mama mengingatkan engkau nak, untuk selalu menghargai dirimu sebagai perempuan dan menjaga kehormatanmu.”
p : “Maksud mama?”
m : “Jangan pernah berduaan dalam sebuah ruangan, baik tertutup maupun terbuka, apalagi tinggal serumah. Itu tidak baik dan tidak sopan, bahkan terlarang! Hanya orang yang telah menikah secara resmi boleh berduaan dan tinggal serumah. Jika engkau melakukan itu maka banyak hal tidak baik akan terjadi.”
p : “Misalnya ma?”
m : “Seperti kasus Winda. Sebagai anak kandung ayah-ibunya, dia harus tinggal bergantian di dua rumah yang berbeda demi mendapatkan perhatian ayah atau ibunya. Apakah engkau bisa merasakan kesedihan Winda?”
p : “Oh saya mengerti sekarang ma. Sudah beritahu kakak-kakak tentang hal itu, ya ma?”
m : “Sudah nak. Ayo tidur nak, besok kita lanjutkan lagi ya,” kata saya menutup percakapan kami, sambil berharap puteri kecil saya memahami maknanya.

2 Samuel 11
(4)Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.
(5) Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: “Aku mengandung.”
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️ – with I Dewa Gede, Kelly, Kenishia, and I Dewa Nyoman Alit Adiya

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s