Minggu ke-34, Agustus 2016

Merdeka!
Pekikan yang selalu didengungkan saat merayakan kemerdekaan negara kita.

Tidak ada kemerdekaan tanpa pengorbanan. Tidak ada kemerdekaan tanpa tumpahan darah orang-orang hebat, para pahlawan kita.
Sebagaimana KRISTUS telah menumpahkan darahNYA untuk menebus dosa saya, agar saya menjadi orang merdeka.
Tapi tidak ada kemerdekaan yang tidak diawasi oleh peraturan. Setiap orang memiliki kemerdekaan yang terikat dengan peraturan. Jika ada pelanggaran peraturan, maka kemerdekaan itu akan terkikis, bahkan terenggut.

Demikian pula dalam keluarga.
Kemerdekaan sejati adalah jika kita tidak melakukan pelanggaran, dan memiliki integritas. Dapat dipercaya. Memenuhi semua janji, menepati semua perkataan dan jujur.

Itulah yang saya ajarkan terus pada anak-anak saya. Jika mereka dapat dipercaya, maka kemerdekaan terjadi pada mereka. Dan mereka akan hidup secara merdeka, terpercaya dan menjadi kepercayaan. Saat itulah kasih menjadi nyata.

Yohanes 8:36 Jadi apabila KRISTUS itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.

Galatia 5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. – with I Dewa Gede, Kelly, Kenishia, and I

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s