Minggu ke-31, Juli 2016

Sebagai seorang ibu dari 2 orang putri, saya menyadari bahwa bagaimana saya memperlakukan kedua putri saya akan sangat mempengaruhi citra diri mereka.
Bagaimana mereka masing-masing memandang diri mereka, apa yang mereka pikirkan tentang kemampuan mereka, bagaimana mereka menghargai diri mereka, dan lain-lain.

Itu yang saya pikirkan saat saya membaca iklan kontes peragaan busana santai untuk anak-anak. Mengapa?
Karena putri remaja saya pernah mengikuti kontes serupa dan berhasil meraih juara 3.

Sekarang putri kecil saya memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti kontes itu. Ya, saya harus mendukungnya.
“Ma, saya mau ikut kontes itu ya. Saya harus juga menjadi juara, seperti kakak!” seru putri kecil saya. Saya terkesima. Suami saya pun segera menjawab dengan bijak sembari memeluk putri kami, “Menjadi juara atau tidak, bukan itu yang penting. Tetapi memiliki impian dan berjuang meraihnya, itu yang lebih penting. Berani bermimpi! Berani memperjuangkannya!”

Ya benar sekali. Itu yang penting untuk diajarkan kepada mereka. Dengan begitu mereka akan berani bermimpi dan berjuang meraihnya. Yakin, berani, pasti berhasil!

Filipi 3:13-14 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. – with I Dewa Gede, Kelly, Kenishia, and I

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s