Minggu ke-29, Juli 2016

Ibu saya sedang sakit dan dirawat di rumah sakit.
Saat menggenggam tangan ibu, saya terbawa kenangan masa kecil saya. Tangan itulah yang merawat saya dari kecil dan mengajari saya banyak hal, baik itu memasak, menjahit, merenda, menyulam, membuat kruistik, bahkan menyanyi.
Ibu menunjuk not-not angka di buku nyanyian Kidung Rohani, saat mengajari saya menyanyi. Ibu mengajari saya memecah suara, menjadi suara 1 (soprano), suara 2 (mezzo soprano) dan suara 3 (alto).

Ibu juga menanamkan selalu kepada saya dan kakak-adik saya bahwa setiap perempuan harus memiliki ketrampilan, tentu saja selain pengetahuan. “Kalian boleh saja memiliki titel sarjana, mau satu, bahkan lebih dari satu. Tapi ingatlah selalu pada masanya kalian akan berurusan dengan urusan dapur. Jadi belajarlah memasak!” nasehat ibu yang selalu diucapkannya.
“Kalian harus belajar menjahit! Apa jadinya jika kalian tidak bisa menjahit kancing baju suami yang terlepas? Tidak semua hal harus diselesaikan dengan uang. Jadilah trampil! Jadilah wanita yang dapat diandalkan oleh suami kalian!”

“Sekalipun kelak kalian memiliki suami yang mampu membiayai semua kebutuhan rumah tangga, kalian tidak boleh bergantung sepenuhnya dengan penghasilan suami. Kalian harus memiliki sumber penghasilan juga. Maka kalian harus mempunyai ketrampilan.
Dan kalian harus memiliki perhiasan. Tidak harus selalu untuk dipakai, tapi untuk cadangan keuangan.
Jika ada apa-apa dengan suami kalian, kalian tidak akan mengalami keguncangan ekonomi,” hal ini juga diarahkan oleh ibu.

Setiap subuh saya juga melihat ibu membaca Alkitab, dengan kedua tangannya memegang Alkitab. Lalu ibu berdoa untuk banyak hal, termasuk kami, putri-putrinya.

Terima kasih TUHAN untuk ibu yang telah memberi teladan benar dan sangat baik untuk diikuti.

Titus 2:3-5 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik
dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya,
hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang. – with I Dewa Gede, Kelly, Kenishia, and I

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s