Minggu ke-26, Juni 2016

Suami saya adalah orang yang keras, keras suaranya dan keras juga kemauannya. Jika sudah menentukan tujuannya, maka ia tidak akan bisa dihentikan, oleh siapapun, untuk mencapai tujuannya itu. Sekalipun oleh saya, istrinya.
Saya selalu diingatkan TUHAN untuk tunduk kepada kepala (pimpinan) saya, yaitu suami saya.

Sebuah kapal tidak bisa dipimpin oleh 2 atau lebih nahkoda. Kapal akan berlayar menuju pelabuhan yang dituju jika dipimpin oleh seorang nahkoda yang benar.
Siapa dia?
Lelaki yang takut akan TUHAN, tunduk pada kepalanya, yaitu TUHAN YESUS.
Begitulah urutannya.

Bukan berarti saya selalu sependapat dengan suami. Dan bukan juga suami saya selalu benar.
Jika ada perbedaan pendapat, maka saya akan mengutarakan pendapat saya. Selanjutnya SEPAKAT harus diadakan diatas semua pendapat, seberapapun besarnya perbedaan itu.
Sulit? Benar!!!
Tetapi bersama TUHAN, tidak ada yang tidak mampu kita lakukan.

Dan selalu pada akhirnya saya melihat pekerjaan TUHAN luar biasa jika kami sepakat. Ada berkat, ada upah dan terpenting ada damai sejahtera dari TUHAN!

Dan sebagai istri saya selalu mengalami mukjizat TUHAN yaitu saat semakin tunduk dan taat pada suami.

Efesus 5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

Efesus 5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. – with I Dewa Gede, Kelly, Kenishia, and I

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s