Minggu ke-21, Mei 2016

“Nak, pandanglah mata mama jika berbicara dengan mama!” kalimat yang selalu saya ucapkan kepada setiap anak-anak saya, saat mereka berbicara dengan saya. Saya lakukan itu sejak mereka masih bayi. Memperhatikan mata, berarti menembus ke hati. Mata adalah jendela hati.
Pada awalnya saya melatih mereka dengan memegang lengan mereka untuk menjaga pandangan mereka tertuju ke mata saya. Dari mata mereka saya dapat mengetahui hati mereka, apakah mereka memiliki masalah atau tidak.
Itulah permulaan hubungan yang erat antara anak dan orangtua.
Jika hubungan itu terjalin kokoh, maka sampai kapan pun mata mereka akan lebih banyak berbicara daripada bibir mereka.

Mazmur 34:5 Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,
maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. – with I Dewa Gede, Kelly, Kenishia, and I

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s