Minggu ke-20, Mei 2016

Saya dan suami sangat mengerti pentingnya hubungan yang akrab dengan anak-anak kami. Dan kami tahu apa yang menjadi lawan kami. Yaitu telepon genggam, ‘iPad’, televisi dan komputer. Jadi kami memberi batasan-batasan pemakaian/menonton barang-barang itu. Setidaknya hanya boleh 60 menit sehari. Tidak boleh lebih dari itu. Jika tidak diberi batasan, maka anak-anak kami akan lebih terhubung dengan barang-barang tersebut daripada terhubung dengan kami.
Ada aturan juga: tidak ada telepon genggam pada setiap acara makan pagi, makan siang, makan malam bersama. Waktu bersama adalah waktu mengobrol, bukan memakai telepon genggam. Sekalipun itu hanya kami berdua, suami-istri. Agar selalu terjadi suasana berpacaran.
Dan terpenting, kami harus memberi contoh tentang hal itu.

1 Korintus 12:25-27 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.
Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.
Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. – with I Dewa Gede, Kelly, Kenishia, and I Dewa N

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s