Minggu ke-12, Maret 2016

“Saya bukan papa-mu ya dik, dan engkau bukan mama saya. Jadi kita ganti yuuuk cara memanggil di antara kita, seperti dulu saat kita pacaran,” kata suami saya setelah kami belasan tahun menikah. “Ayooo,” jawab saya dengan tersenyum.
Maka saya memanggilnya ‘kakak’ dan ia memanggil saya ‘adik’.
Memang sangat ajaib, panggilan tersebut memunculkan suasana pacaran dalam pernikahan kami. Walau masih terkadang memanggil papa-mama, kami berusaha menjadi pasangan muda yang sedang pacaran. Bukan pasangan papa-mama yang sudah menua. Dan saya menyadari hal itu akan menolong suami agar tidak tergoda dengan panggilan mesra : ‘bli’, ‘mas’, dll di luar rumah kami…..hahaha

1 Korintus 7:16 Sebab bagaimanakah engkau mengetahui, hai isteri, apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan isterimu? – with I Dewa Gede, Kelly, Kenishia, and I Dewa Nyoman Alit Adiya

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s