Minggu ke-11, Maret 2016

Putri kecil saya sangat senang mengobrol. Apa saja bisa dijadikannya topik pembicaraan. Terkadang saya dan suami kewalahan menjawab pertanyaannya. Bahkan terkadang tidak tahu mau menjawabnya seperti apa.
“Mama, mengapa ada sel dalam tubuh kita?”
“Sel itu bagian terkecil dari tubuh kita,” saya berusaha menjawabnya dengan ilmu pengetahuan.
“Tapi kenapa?” tukasnya lagi.
Seperti bangunan yang terdiri dari tumpukan batu, demikianlah tubuh kita juga. Batu itu laksana sel.
Manusia pembuat bangunan, Tuhan pembuat manusia,” penjelasan saya padanya.
“Oh begitu. Saya mengerti sekarang,” katanya dengan riang.

Amsal 25:11 Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. – with I Dewa Gede, Kelly, Kenishia, and I Dewa Nyoman Alit Adiya

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s